-->

Apakah Anda Menyukainya?

Search This Blog

Karakteristik risiko, Hedging dengan opsi, Penilaian opsi, Mengeksploitasi risiko, Cara mengeksploitasi risiko


2.1 Pengertian Manajemen Risiko
Manajemen risiko adalah suatu hal yang mempelajari tentang proses mengidentifikasikan, menganalisis, menilai, mengendalikan, dan berupaya menghindari atau meminimalisir segala risiko-risiko.
Risiko sendiri dalam Kamus Bahasa Besar Indonesia (KBBI) mengartikan akibat yang kurang menyenangkan (merugkan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan.
Dalam perusahaan, mengartikan manajemen risiko (risk management) adalah suatu proses merencanakan, mengawasi, mengarahkan, dan memastikan dalam aktivitas keorganisasian demi meminimalisir risiko dalam mencapai tujuan perusahaan, terutama risiko pendapatan perusahaan.
Menurut COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission), manajemen risiko adalah sebuah proses yang dilakukan oleh dewan direksi, manajemen dan personil lainnya, diterapkan dalam penetapan strategi dan di seluruh perusahaan, yang dirancang untuk mengidentifikasi kejadian potensial yang dapat mempengaruhi entitas, dan mengelola risiko, untuk memberikan keyakinan memadai, tentang pencapaian tujuan entitas.
Pemaparan yang merajut pada pemberdayaan ini tentunya merupakan suatu pengendalian dalam menyikapi tujuan-tujuan perusahaan atau organisasi demi meminimalisir terjadinya risiko-risiko yang menyebabkan kerugian dalam perusahaan atau organisasi.


2.2       Karakteristik Risiko
Dalam menyikapi suatu hal yang tidak menyenangkan ini tentunya perlu memahami apa saja jenis-jenis atau karakteristik risiko yang mampu memberikan ancaman dalam perusahaan aatu organisasi tersebut.

Karakteristik risiko terbagi menjadi tiga, yaitu:
a.       Formal dan sistematis
Merupakan suatu kegiatan manajemen risiko yang sesuai dengan peraturan yang dilakukan secara resmi oleh suatu perusahaan atau organisasi dan tentunya dengan cara yang baik dan telah di sepakati oleh top manajemen.
b.      Terintegrasi
Adalah kegiatan atau proses tersebut menyatu dengan kegiatan yang lainnya di dalam perusahaan atau organisasi. Dikarenakan dalam mencapai tujuan tentunya memerlukan keterkaitan yang berkesinambungan.
c.       Komperhensif
Manajemen risiko menunjukkan bahwa bukan kegiatan atau proses persial, namun kegiatan atau proses yang menyeluruh yang bersifat mempu menangkap risiko dengan baik.

2.3       Hedging Dengan Opsi
                        Hadging merupakan suatu tindakan melindungi dalam menyikapi risiko kerugian di sebuah perusahaan yang dimana sebuah perusahaan dapat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar.
            Menurut Madura (2000:275) hedging adalah tindakan yang dilakukan untuk melindungi sebuah perusahaan dari exposure terhadap nilai tukar. Exposure terhadap fluktuasi nilai tukar adalah sejauh mana sebuah perusahaan dapat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar.
            Sedangkan menurut Shapiro (1999:144) hadging adalah  lindung nilai eksposur mata uang tertentu berarti menstabilkan offset apa pun yang hilang atau diperoleh pada eksposur mata uang asli persis diimbangi dengan keuntungan selisih kurs pada kerugian pada lindung nilai mata uang.
            Dalam hal ini untuk perlu diberikan beberapa opsi dalam meminimalisir kemungkinan kerugian-kerugian yang kapan saja bisa mengancam perusahaan. Dan ada dua pilihan dalam pembahasan ini yang menurut Madura Madura (2000:322-333) antara lain: yaitu dengan opsi jangka pendek dan opsi jangka panjang.
1.      Opsi jangka pendek
A.    Hedging memakai kontrak future
Kontrak future ini merupakan kontrak yang menetapkan nilai penukaran valuta dalam volume tertentu dan dalam penyelesaian tanggal tertentu.
B.     Hedging memakai kontrak forward
Merupakan Suatu kontrak antara nasabah dan bank untuk melakukan sejumlah penjualan atau pembelian valuta terhadap valuta lainnya dimasa yang akan datang dengan rate yang telah ditentukan pada saat kontrak dibuat.
Keuntungan foward antara lain :
a)      Menghindari dan memperkecil resiko kurs
b)      Dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan nasabah Tujuan dari foward adalah :
-          Foward kontrak digunakan untuk mengkover resiko exchange rate untuk pembelian/penjualan valuta di masa mendatang
-          Jika ada suatu transaksi bisnis, foward kontrak dapat menghilangkan currency exposure karena kurs valuta untuk masa yang akan datang telah ditetapkan.
-          Perhitungan kalkulasi biaya yang pasti
-          Untuk tujuan spekulasi
C.     Hedging memakai instrumen pasar uang
Merupakan suatu opsi yang mengacu pada masa depan perusahaan dengan melibatkan pengambilan suatu posisi dalam pasar uang.
D.    Hadging memakai opsi valuta
Merupakan suatu opsi yang menyediakan untuk membeli atau menjual suatu valuta tertentu dengan harga tertentu selama periode waktu tertentu.
2.      Opsi jangka panjang
A.    Kontrak foward jangka panjang (Long Foward)
Sama seperti dengan foward jangka pendek, namun foward jangka panjang ini merupakan suatu ketertarikan bagi perusahaan yang telah menandatangani kontrak ekspor atau impor bernilai tatap jangka panjang dan tentunya melindungi arus kas jangka panjang.
B.     Currency Swap
Merupakan peluang untuk pertukaran atau barter satu valuta dengan valuta lain pada kurs di tanggal tertentu dengan menggunakan bank sebagai perantara antara kedua belah pihak.
Tujuan dari swap antara lain:
1.       Mengkover resiko exchange rate untuk pembelian/penjualan valuta.
2.       Transaksi swap akan menghilangkan currency exposure karena pertukaran kurs pada masa yang akan datang telah ditetapkan.
3.       Perhitungan kalkulasi biaya yang pasti
4.       Untuk tujuan spekulasi
5.       Strategi gapping
Keuntungan swap :
1.       Menghindari resiko pertukaran uang
2.       Tidak menganggu pos-pos di balance sheet
C.     Parallel Loan
Merupakan pinjaman yang sejajar dengan melibatkan valuta dari kedua belah pihak, dengan saling bersepakat untuk menukarkan kembali valuta-valuta tersebut pada kurs dan tanggal tertentu di masa depan.


2.4 Penilaian Opsi
            Dalam manajemen risiko perlu dengan adanya penilaian opsi-opsi sebagai bentuk meminimalisir terjadinya ancaman dalam pencapaian tujuan perusahaan atau organisasi. Berbagai macam tindakan pilihan untuk menyesuaikan peminimalisiran risiko tersebut, berikut ini penilaian opsi:

A.    Nilai Opsi Pada Saat Jatuh Tempo
Bahwa untuk melihat apakah satu opsi mempunya nilai atau tidak pada jatuh temponya dapat kita lakukan dengan membandingkan antara kurs valuta asing dipasar pada tanggal jatuh tempo tersebut dengan exercise price dalam opsi tersebut. Dengan membandingkan hal tersebut akan kita lihat, apakah lebih baik opsi tersebut di exercise atau tidak. Apabila lebih menguntungkan opsi tersebut di exercise dari pada tidak, maka opsi tersebut mempunyai nilai tertentu. Sebaliknya, apabila dipandang lebih baik tidak melakukan exercise opsi maka opsi tersebut tidak bernilai atau nilainya nol.
B.     Nilai Opsi Bagi Pembeli/Pemegang Opsi Call
Opsi call adalah hank untuk pembeli. Dengan memgang satu kontrak opsi maka seseorang mempunyai hak untuk membeli. Secara umum nilai opsi call bagi pemegangnya pada saat exercise date dengan asumsi bahwa tidak ada biaya apapun untuk mendapatkan opsi tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut:
-          Opsi call mempunyai nilai pada saat exercise date apabila kurs pasar valuta asing saat itu lebih tinggi dari exercise price/strike price opsi tersebut.
-          Nilai opsi pada saat tersebut adalah selisih antara kurs pasar valuta asing saat itu dengan exercise price
-          Apabila kurs valuta asing saat itu lebih rendah dari exercise price opsi tersebut maka opsi tersebut bernilai nol.
Nilai opsi call tersebut apabila dinyatakan dalam persamaan matematika adalah sebagai berikut:
Nilai Opsi Call bali pemegang = Max (kurs pasar – Exercise Price, 0)
Yang artinya nilai maksimum dari kurs pasar dikurngi exercise price atau nol. Jika kurs pasar dikurangi exercise price atau nol. Jika kurs pasar dikurangi exercise price lebih besar dari nol maka yang dipakai adalah kurs pasar dikurangi exercise price. Jika kurs pasar dikurang exercise price lebih kecil dari nol maka yang dipakai adalah nilai nol. Nilai


C.     Nilai Call Bagi Penerbit/Penjual Opsi Call
Apabila satu pihak menerbitkan option call berarti dia telah memberikan satu hak pada pihak lain yang memegang option tersebut. Karena option yang diterbitkan adalah option call maka hak yang diberikan adalah hak untuk membeli sesuatu dengan harga yang telah ditetapkan pada saat yang sudah ditetapkan pula. Apabila saatnya tiba maka pemegang option call dapat melakukan exercise terhadap option call yang dimilikinya kepada penerbit option call tersebut. Di sisi lainn apabila saatnya tiba maka penerbit option call dapat di datangi oleh pemegang option call yang akan melakukan exercise terhadap option call yang dimilikinya kepda penerbit option call tersebut, sehingga pada saat exercise date terdapat kemungkinan bagi penerbit option call untuk mempunyai kewajiban menjual sesuatu kepada pemegang option call apabila pemegang option call tersebut melakukan exercise.
Nilai option call apabila dinyatakan dalam persamaan matematika adalah sebagai berikut :
Nilai option call bagi penerbitnya = - {Max (kurs pasar – exercise price, 0)}
Atau
Nilai option call bagi penerbitnya = Min (exercise price – kurs pasar, 0)

Yang artinya nilai minimum dario exercise price dikurangi kurs pasar atu nol. Jika exercise price dikurang kurs pasar lebih besar dari nol maka yang dipakai adalah nol karena pemegang option call tidak melakukan exercise terhadap option call yang dipegangnya sehingga tidak ada kerugian yang ditanggung oleh penerbit dan penerbit tidak memperoleh apapun karena di asumsikan bahwa penerbit dalam menerbitkan option call tidak memperoleh apapun. Jika exercise price dikurang kurs pasar lebih kecil dari nol maka yang dipakai adalah exercise price dikurangi kurs pasar yang tentu saja bernilai negatif. Nilai negatif tersebut ini merupakan simbol kerugian yang diderita penerbit option call karena exercise yang dilakukan oleh pemegang option call yang dia terbitkan.

D.     Nilai Option Put Bagi Pembeli/Pemegang Option Put
Option put adalah hak untuk menjual. Dengan memegang atau membeli satu kontrak option maka seseorang mempunyai hak untuk menjual. Hak untuk menjual ini dipandang menguntungkan apabila dengan mempergunakan hak untuk menjual tersebut seseorang dapat menjual sesuatu dengan harga yang lebih mahal atau lebih tinggi daripada dia tidak mempunyai hak tersebut. Apabila ternyata tanpa option tersebut seseorang yang memegang option put dapat menjual sesuatu dengan lebih mahal dibandingkan apabila dia melakukan exercise terhadap option tersebut maka option tersebut tidak ada artinya atau tidak ada nilainya karena tanpa mempunyai option pun dia dapat menjual barang lebih mahal.
Nilai option put apabila dinyatakan dalam persamaan matematika adalah sebagai berikut :
Nilai option put bagi pemegang = Max (exercise price – kurs pasar, 0)

Yang artinya nilai maksimum dari exercise price dikurangi kurs pasar atau nol. Jika exercise price dikurangi kurs pasar lebih besar dari nol maka yang dipakai adalah exercise price dikurangi kurs pasar. Jika exercise price dikurangi kurs pasar lebih kecil dari nol maka yang dipakai adalah nol. Nilai nol ini merupakan simbol bahwa option put tidak merugikan pemegangnya apabila option tersebut di dapat tanpa mengeluarkan biaya apapun (gratis) sehingga option yidak bisa bernilai negatif.

E.     Nilai Option Put Bagi Penerbit /Penjual Option Put
Apabila satu pihak menerbitkan option put berarti dia telah memberikan satu hak pada pihak lain yang memegang option tersebut. Karena option yang diterbitkan adalah option put maka hak yang diberikan adalah hak untuk menjual sesuatu dengan harga yang telah ditetapkan pada saat yang sudah ditetapkan pula. Apabila saatnya tiba maka pemegang option put dapat melakukan exercise terhadap option put yang dimilikinya kepada penerbit option put tersebut. Di sisi lain apabila saatnya tiba maka penerbit option put dapat di datangi oleh pemegang option put yang akan melakukan exercise terhadap option put yang dimilikinya kepada penerbit option put tersebut, sehingga pada saat exercise date terdapat kemungkinan bagi penerbit option put untuk mempunyai kewajiban membeli sesuatu dari pemegang option put apabila pemegang option put tersebut melakukan exercise.




Nilai option put apabila dinyatakan dalam persamaan matematika adalah sebagai berikut :
Nilai option put bagi penerbitnya = - {Max (exercise price – kurs pasar,0)}
Atau
Nilai option put bagi penerbitnya = Min (kurs pasar - exercise price, 0)
Yang artinya nilai minimum dari kurs pasar dikurangi exercise price atu nol. Jika kurs pasar dikurang exercise price lebih besar dari nol maka yang dipakai adalah nol karena pemegang option put tidak melakukan exercise terhadap option put yang dipegangnya sehingga tidak ada kerugian yang ditanggung oleh penerbit dan penerbit tidak memperoleh apapun karena di asumsikan bahwa penerbit dalam menerbitkan option put tidak memperoleh apapun. Jika kurs pasar dikurang exercise price lebih kecil dari nol maka yang dipakai adalah kurs pasar dikurangi exercise price yang tentu saja bernilai negatif. Nilai negatif tersebut ini merupakan simbol kerugian yang diderita penerbit option put karena exercise yang dilakukan oleh pemegang option put yang dia terbitkan.


 2.5 Mengeksploitasi Opsi Risiko
Memberdayakan atau mengeksploitasi opsi dalam risiko merupakan suatu guna perlindungan atau meminimalisir terjadinya risik di dalam perusahaan atau organisasi. Dengan hal ini bahwa setelah mengetahui dengan beberapa opsi atau pilihan untuk meminimalisir terjadinya risiko, maka perlu dengan adanya mengeksploitasai opsi tersebut.
Mengeksloitasi opsi berguna untuk memilih ketepatan pilihan dalam mengambil keputusan nanti.
Berikut ini cara-cara mengeksloitasi opsi risiko:
1.      Risk Identification
Langkah pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi kemungkinan risiko yang dapat terjadi pada organisasi atau perusahaan. Ini bertujuan untuk mengetahui keadaan yang akan dihadapi oleh organisasi atau perusahaan tersebut dalam berbagai aspek seperti sosial, hukum, ekonomi, produk/jasa, pasar, dan teknologi yang ada. Risiko dari setiap aspek akan diklasifikasikan menurut kategorinya masing – masing agar mempermudah proses selanjutnya.
2.      Risk Assessment
Setelah risiko telah diidentifikasi pada perusahaan atau organisasi tersebut, selanjutnya akan dinilai potensi keparahan kerugian dan kemungkinan terjadinya. Dalam hal ini, diperlukan kemampuan individu disetiap bidangnya untuk memberikan penilaian terhadap risiko – risiko yang telah diidentifikasi. Tujuannya adalah agar setiap risiko berada pada prioritas yang tepat.
3.      Risk Response
Proses ini dilakukan untuk memilih dan menerapkan langkah – langkah pengelolaan risiko. Tantangan bagi manajer risiko adalah untuk menentukan portofolio yang tepat untuk membentuk sebuah strategi yang terintegrasi sehingga risiko dapat dihadapi dengan baik. Tanggapan risiko umumnya terbagi dalam kategori seperti berikut:
a.       Risk Avoidance, Mengambil tindakan untuk menghentikan kegiatan yang dapat menyebabkan risiko terjadi
b.      Risk Reduction, Mengambil tindakan untuk mengurangi kemungkinan atau dampak atau keduanya, biasanya melalui pengandalian di bagian internal perusahaan/organisasi
c.       Risk Sharing or Transfer, Mengambil tindakan untuk mentransfer beberapa risiko melalui asuransi, outsourcing atau hedging.
d.      Risk Acceptence, Tidak mengambil tindakan apapun untuk menganggulangi risiko, melainkan menerima risiko tersebut terjadi.
e.       Create a Risk Management Plan
Membuat penanggulangan risiko yang tepat untuk setiap masing – masing kategori risiko.
4.      Implementation
Melaksanakan seluruh metode yang telah direncanakan untuk mengurangi atau menanggulangi pengaruh dari setiap risiko yang ada.
5.      Evaluate and Review
Perencanaan yang telah direncanakan di awal tidak akan seluruhnya dapat berjalan dengan lancar. Perubahan keadaan atau lingkungan yang tidak diprediksi sebelumnya akan menyebabkan perubahan rencana manajemen risiko yang telah dibuat, oleh karena itu perlu dilakukan perubahan rencana untuk menanggulangi risiko yang akan mungkin terjadi.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dalam manajemen risiko merupakan suatu upaya meminimalisir terjadinya risiko dalam suatu tujuan perusahaan atau organisasi. Dengan memberikan pengetahuan mengenai karakteristik risiko yang menjadikan sebagai acuan mengenal apa saja yang terjadi dlam risiko dan karakterstik ini  terbagi menjadi beberapa bagian yaitu: formal dan sistematis, terintegrasi dan komperhensif. Pula dengan membuat suatu keputusan dalam manajemen perlu dengan adanya hadging atau perlindungan opsi. Hadging merupakan suatu tindakan melindungi dalam menyikapi risiko kerugian di sebuah perusahaan yang dimana sebuah perusahaan dapat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar. Akan tetapi bukan hanya sekedar pilih opsi dalam mengambil keputusan, hal ini perlu dengan adanya suatu penilaian terhadap opsi-opsi yang akan di jadikan keputusan manajemen untuk meminimalisir terjadinya risiko.
Dalam organisasi atau perusahaan juga perlu dengan adanya memperdayakan atau mengeksploitasi opsi risiko dan berupaya untuk memberikan cara bagaimana mengeksploitasi opsi tersebut, yang berguna untuk mencapai suatu tujuan di organisasi atau perusahaan berjalan sesuai dengan perencanaan sebelumnya.
Maka, dengan begitu organisasi atau perusahaan berusaha memberikan manajemen yang terbaik untuk meminimalisir terjadinya risiko yang berimpas pada kerugian organisasi atau perusahaan.

Labels: Kuliah

Thanks for reading Karakteristik risiko, Hedging dengan opsi, Penilaian opsi, Mengeksploitasi risiko, Cara mengeksploitasi risiko. Please share...!

1 komentar on Karakteristik risiko, Hedging dengan opsi, Penilaian opsi, Mengeksploitasi risiko, Cara mengeksploitasi risiko

  1. KABAR BAIK!!!

    Nama saya Lady Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman agar sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu kepada Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran di muka, tetapi mereka adalah penipu , karena mereka kemudian akan meminta pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, jadi berhati-hatilah terhadap Perusahaan Pinjaman yang curang itu.

    Perusahaan pinjaman yang nyata dan sah, tidak akan menuntut pembayaran konstan dan mereka tidak akan menunda pemrosesan transfer pinjaman, jadi harap bijak.

    Beberapa bulan yang lalu saya tegang secara finansial dan putus asa, saya telah ditipu oleh beberapa pemberi pinjaman online, saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman yang sangat andal bernama Ms. Cynthia, yang meminjamkan saya pinjaman tanpa jaminan sebesar Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa konstan pembayaran atau tekanan dan tingkat bunga hanya 2%.

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya terapkan dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.

    Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik jika dia membantu saya dengan pinjaman, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres atau penipuan

    Jadi, jika Anda memerlukan pinjaman apa pun, silakan hubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan atas karunia Allah, ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda mematuhi perintahnya.

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan memberi tahu saya tentang Ibu Cynthia, ini emailnya: arissetymin@gmail.com

    Yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran cicilan pinjaman saya yang akan saya kirim langsung ke rekening perusahaan setiap bulan.

    Sepatah kata cukup untuk orang bijak.

    ReplyDelete

Back To Top