Hak Suara Tahanan Lapas Gintung Terganjal Regulai Domisili

Sumber: https://jabar.pojoksatu.id/cirebon/2019/04/17/189-warga-binaan-lapasustik-gintung-ikut-nyoblos/
Cirebon-Desa Gintung tengah kecamatan Ciwaringin, warga binaan pemasyarakatan (WBP) lapas narkotika kelas II A Cirebon telah mendapati hak suaranya, akan tetapi terganjal oleh ragulasi KPU yang sangat berbeda dari musim sebelumnya. 
Yang konon pada tahun 2014 para WBP bisa berkontribusi atas hak suaranya pada pilpres dengan surat penahanan untuk memilih, namun pada tahun 2019 sekarang tidak bisa memberikan haknya, dikarenakan regulasi KPU tersebut. 

Pada lapas Gintung  tercatat ada sekitar 850 WBP dan 2 TPS, tapi yang berhak memberikan suara hanya 189 WBP atau hanya sekitar 75%. Hal tersebut dikarenakan WBP di lapas gintung mayoritas berasal dari luar wilayah Cirebon, sehingga hanya WBP wilayah Cirebonlah yang hanya bisa memberikan hak suaranya di 2 TPS lapas Gintung tersebut. 

Sebelumnya, memang pihak lapas sudah menyiapkan surat keterangan dari Disdukcapil untuk mengantisipasi perihal masalah tersebut, akan tetapi memang ini adalah sudah regulasi KPU.

"Kendala yang kita alami, bahwa warga binaan yang memiliki identitas di luar kabupaten Cirebon. Identitasnya sudah terekam, namun dia adalah warga diluar kabupaten Cirebon.  Jauh dari sebelum hari ini, kita sudah berkonsultasi dan menyampaikan surat kepada KPU, Panwas dan Disdukcapil.
Hanya saja, memang terbentur terkait regulasi. Jadi KPU kabupaten Cirebon tidak berani mengeluarkan surat keterangan. Bahwa warga binaan di kita untuk bisa ikut memilih pada hari ini (17 April 2019, red)," ujar Kalapas Gintung Jalu Yuswa Panjang, (17/4/2019)

Dan untuk hak pilih suara kali ini hanya empat dari lima hak suara pemilihan serentak ini, yakni DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan Pilpres. Sementara untuk DPRD kabupaten atau kota, tidak meliputi. 

"Seluruh warga binaan kita hanya memilih untuk DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan Pilpre," ihmbuhnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hak Suara Tahanan Lapas Gintung Terganjal Regulai Domisili"