PSSI Pikir Ulang Menggunakan VAR

Sumber Gambar: https://i1.wp.com/www.otoritasnews.co.id/wp-content/uploads/2018/06/15-14.jpg?fit=650%2C488&ssl=1
Rencana PSSI untuk menggunakan Video Assistant Referee (VAR) pada Liga 1 tidak bisa terealisasikan pada musim sekarang. Padahal berbagai pihak sudah siap akan teknologi tersebut, bahkan rela patungan dari setiap masing-masing klub Liga 1.

Akan tetapi, problem yang kini dialami PSSI adalah masalah biaya yang cukup besar, hingga PT Liga Indonesia Baru (LIB) sangat pesimis untuk menerapkan VAR di Liga 1 musim sekarang.

Hal ini anggota Komite Eksekutif PSSI yakni Yoyok Sukawi mengakui bahwa untuk merealisasikan VAR akan merogoh kocek yakni sekitar Rp 7 Miliar, dan tentunya apabila dibebankan pada setiap klub di Liga 1 pastinya tidak semua klub akan menyanggupinya.

"Banyak faktor yang harus dipikirkan. Salah satunya kompetisi ini banyak klub yang lokasinya saling berjauhan. Kalau misalnya kami bebankan kepada klub, artinya masing-masing klub harus punya perangkat itu dengan membeli VAR sendiri. Yang kami tahu bahwa harga perangkat lebih dari Rp 7 miliar sesui regulasi FIFA," ujar Yoyok saat dihubungi pewarta. Jum'at (31/5/2019)

"Mungkin tidak bisa segera, mungkin saja putaran kedua atau tahun depan. Siapa tahu nanti ada sponsor yang membantu memberikan dana sehingga bisa membeli VAR. Jadi masalahnya tidak semua mampu membeli VAR," kata Yoyok.

"Kami sudah ingin melontarkan wacana penggunaan alat komunikasi tapi ya bagaimana, masyarakat, pelaku sepakbola kami inginnya VAR. Sekarang VAR harganya sudah tahu, apa sanggup?" Sambung Yoyok yang juga menjabat sebagai SEO PSIS Semarang.

Dengan masalah dana tersebut, penggunaan VAR agar bisa terealisasi di Liga 1 musim sekarang hanya wacana belaka. Dan memang untuk harga teknologi VAR tersebut sangatlah mahal, belum lagi sumber pendapatan PSSI maupun klub-klub Liga 1 yang masih belum maksimal.

Sumber: sport.detik.com

No comments

Powered by Blogger.