-->

Apakah Anda Menyukainya?

Search This Blog

Inilah Sejarah Baru! Pelantikan UKM Olahraga IAI BBC.

Pict: Qusoy
Resmi!- pelantikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga IAI BBC pada minggu (8/3/2020) di smart cafe lt. 3 kampus IAI Bunga Bangsa Cirebon. Dengan terpilihnya ketua UKM Olahraga yakni Ridwan Zenn dari program studi Kimunikasi Penyiaran Islam (KPI) semester VI IAI BBC menaruh harapan besar terhadap seluruh mahasiswa pegiat olahraga IAI Bunga Bangsa Cirebon untuk bersama-sama membangun sportivitas.  Kemudian daripada itu Dosen sekaligus pengarah dalam pelantikan tersebut mengungkapkan "Adanya UKM Olahraga ini diharapkan bisa menjadi spirit on fire di lingkungan kampus IAI Bunga Bangsa Cirebon sesuai dengan tema yang diusung pada acara kali ini". Ucap Bapak Agus Dian Alirahman.

Menurut Ridwan Zenn "Ini adalah langkah awal dalam membangun dan mencari bakat-bakat olahragawan dari mahasiswa, dan mempersiapkan para mahasiswa untuk ajang PIOSIMA 2020 mendatang"

Dengan tidak hadirnya dari Pembina UKM, Warek III Bid. Kemahasiswaan dan Rektor IAI BBC karena berhalangan, namun Pelantikan UKM Olahraga tersebut berjalan dengan lancar serta telah di support penuh dan dihadiri oleh seluruh ormawa IAI Bunga Bangsa Cirebon, baik Sema, Dema, HMJ, UKK, UKM dan demisioner UKM Futsal (saat ini status divisi futsal).

Pict: Qusoy
Selain itu, ketua pelaksana mengungkapkan "terimakasih banyak atas dukungan, kehadiran dan kerjasamanya untuk seluruh ormawa IAI BBC baik Sema, Dema, HMJ, UKK dan UKM serta Protokoler IAI BBC yang telah membantu jalannya acara tersebut. Kami menyadari bahwa acara pelantikan ini masih sangat banyak kekurangan". Ucap Azis S disela-sela akhir acara.

Dalam pelantikan UKM Olahraga ini telah sedia cabang olahraga yang digeluti oleh mahasiswa, diantaranya: Futsal, Badminton, Volley dan Tenis Meja. Serta sesuai dengan rapat sebelumnya telah setujui untuk penganggung jawab per devisi yaitu: Rubiyanto (Div. Futsal), Neneng/Dhani (Div. Badminton), Rengga Ade Permana (Div. Volley) dan Rokibullah (Div. Tenis Meja). 

Selain itu, pada acara pelantikan UKM Olahraga ini telah bekerjasama untuk satu periode kedepan dengan media sosial hiburan channel Youtube dan Blogger yang di owneri oleh beberapa mahasiswa pegiat olahraga IAI BBC. Yakni dengan channel Youtube SALAMARA CHANNEL dan dengan Blogger Bendera Pojok
Harapannya kerjasama ini dapat bersama-sama membangun silaturahmi dan prestasi untuk semuanya, terutama para mahasiswa IAI BBC.

Salam Olahraga!!!
 #spiritonfire
Sistem Ekonomi Campuran

Sistem Ekonomi Campuran


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Sistem perekonomian adalah cara suatu bangsa atau Negara untuk mengatur kehidupan ekonominya agar tercapai kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Sistem perekonomian dapat pula merupakan cara mengatur dan mengorganisir segala kegiatan ekonomi dalam suatu Negara berdasarkan prinsip tertentu untuk mencapai suatu tujuan.
Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis tengah disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran tersebut.
Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi. Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dalam Sistem ekonomi campuran, tujuan campur tangan peran pemerintah dalam kegiatan perekonomian adalah untuk mengoreksi distorsi ekonomi.

B.  Rumusan Masalah
          Pada bagian ini akan dipaparkan rumusan-rumusan dari masalah yang akan dibahas pada bab II (pembahasan). Adapun rumusannya adalah sebagai berikut :
1.      Apa pengertiannya?
2.      Sebutkan ciri-ciri Sistem ekonomi campuran?
3.      Sebutkan kebaikan dan kelemahan Sistem ekonomi campuran?
4.      Sebutkan permasalahan serta jelaskan pemecahan masalah-masalah ekonomi?
5.      Sebutkan Negara yang menganut Sistem ekonomi campuran?
6.      Apakah Sistem ekonomi campuran layak diterapkan di Indonesia?

BAB II
ISI
A.   Pengertian
Ilmu ekonomi adalah upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan tidak terbatas sementara alat pemuas kebutuhan terbatas. Sistem perekonomian adalah cara suatu bangsa atau Negara untuk mengatur kehidupan ekonominya agar tercapai kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Sitem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu.

B.   Ciri – Ciri Sistem Ekonomi Campuran
Adapun ciri – ciri Sistem ekonomi campuran, yaitu:
1.      Kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan oleh swasta.
2.      Transaksi ekonomi terjadi di pasar, dan ada campur tangan pemerintah.
3.      Ada persaingan serta masih ada control dari pemerintah.
4.      Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
5.      Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
6.      Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
C.   Kebaikan Dan Kelemahan Sistem Ekonomi Campuran
·         Kebaikan sistem ekonomi campuran, yaitu:
1.      Kebebasan berusaha
2.      Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
3.      Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
·         Kelemahan sistem ekonomi campuran, yaitu:
1.      Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
2.      Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
D.   Permasalahan Serta Pemecahan Masalah – Masalah Ekonomi
Pemecahan masalah mengenai “apa yang diproduksi”, untuk Negara yang menganut Sistem ekonomi campuran, pemecahan masalahnya dilakukan dengan cara memodifikasi kebijakan melalui :
1.      Pengenaan pajak
2.      Pemberian subsidi
3.      Pengendalian langsung
4.      Mengganti operasi mekanisme pasar
Barang yang akan diprodiksi oleh hak memilih dalam nilai rupiah yang dimiliki konsumen, yang dilakukan setiap hari untuk membeli barang tertentu, dan bukannya barang lain. Uang yang mereka belikan pada akhirnya menggambarkan gaji, pendapatan sewa atau tunjangan jabatan yang diterima konsumen setiap bulan sebagai karyawan perusahaan. Berikutnya, perusahaan perusahaan yang didukung oleh keinginan memperoleh keuntungan ( yaitu selisih antara hasil penjualan dengan biaya) tertarik untuk memproduksi barang-barang yang banyak diminta untuk menghasilkan keuntungan besar.
Cara pemecahan masalah mengenai “bagaimana memproduksi”, yaitu dengan melakukan mekanisme harga yang dimodifikasi dengan kemampuan masyarakat dan kebijakan pemerintah.
Barang yang diproduksi ditentukan oleh persaingan diantara produsen. Satu-satunya cara bagi produsen untuk memenangkan persaingan harga dan memaksimalakan keuntungan adalah mempertahankan biaya pada tingkat minimum, dan hal ini harus dilakukan dengan metode produksi yang paling efisien.
      Sistem harhga merupakan alat pemberi syarat bagi masyarakat. Sistem harga ini memberitahu kepada para Amerika agar bertani secara eksistensifdengan rasio tinggi untuk upah atas sewa tanah. Dilain pihak petani Indonesia mengahadapi rasio rendah untuk upah atas sewa tanah, sehingga menggunakan tenaga kerja lebih banyak untuk setiap hektarnya. Terlihat disini bahwa Sistem harga memberi isyarat untuk pengguanaan teknologi yang lebih serasi.
       Cara pemecahan masalah mengenai “untuk siapa memproduksi”, yaitu dengan memadukan mekanismeharga dengan kebijakan pemerintah.
Bagi siapa barang-barnag diproduksi ditetapkan oleh permintaan 5 dan penawaran di Pasar atas factor-faktor produksi (tanah, tenaga kerja dan modal). Pasar ini menetapkan tingkat upah, sewa tanah, suku bungan dan tingkat keuntungan yang akhirnya akan membentuk jumlah pendapatan masyarakat. Dengan demikian distribusi pendapatan masyarakat ditentukan oleh jumlah factor produksi (jam kerja, hektar tanah dan sebagainya) dan harga factor produksi (tingkat upah, sewa tanah, dan sebagainya).
E.   Negara Yang Menganut Sistem Ekonomi Campuran
      Sistem ekonomi campuran banyak dianut oleh Negara berkembang. Negara-negara tersebut seperti :
1.      Malaysia
2.      Maroko
3.      Mesir
4.      Filipina
5.      Perancis
6.      RRC
      Banyak Negara yang memilih Sistem ekonomi campuran sebab Sistem ekonomi campuran adalah Sistem yang mengambil semua kebaikan dari sitem ekonomi yang lain.
F.    Sistem Ekonomi Campuran Di Indonesia
     Sistem ekonomi campuran sangat cocok diterapkan di Indonesia karena sebagai Negara berkembang peran pemerintah masih sangan dibutuhkan untuk membangun ekonomi kerakyatan sebab Sistem ekonomi campuran lebih cenderung bersifat kerakyatan dengan persaingan yang terkendali.
      Dampak perekonomian seharusnya mampu dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, sebab di Negara ini penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan masih tinggi jumlahnya.



BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
     Sistem perekonomian adalah cara suatu bangsa atau Negara untuk mengatur kehidupan ekonominya agar tercapai kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Sistem perekonomian dapat pula merupakan cara mengatur dan mengorganisir segala kegiatan ekonomi dalam suatu Negara berdasarkan prinsip tertentu untuk mencapai suatu tujuan.
     Sitem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu.

B.  Saran
      Bagi para pembaca dan rekan-rekan yang lainnya, jika ingin menambah wawasan dan ingin mengetahui lebih jauh, maka penulis mengharapkan dengan rendah hati agar lebih membaca buku-buku ilmiah dan buku-buku lainnya yang berkaitan dengan judul “ SISTEM EKONOMI CAMPURAN ”.
     Kritik dan saran yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan Makalah kami. Jadikanlah makalah ini sebagai sarana yang dapat mendorong para mahasiswa/i berfikir aktif dan kreatif.







DAFTAR PUSTAKA
·         https://www.researchgate.net/publication/307850024_ANALISIS_SISTEM_EKONOMI_CAMPURAN_DALAM_PERSPEKTIF_ISLAM
·         https://www.jurnal.id/id/blog/2018-mengenal-komponen-keuntungan-dan-kerugian-dari-sistem-ekonomi-campuran/
·         https://www.jurnal.id/id/blog/tag/sistem-ekonomi-campuran/
·         https://www.eduonlineprogram.com/2012/03/makalah-sistem-ekonomi-campuran.html

Perbandingan Sistem Ekonomi : Konsep Merkantilisme

Perbandingan Sistem Ekonomi : Konsep Merkantilisme


PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Merkantilisme
Dalam sejarah perkembangan ekonomi dunia sudah ada sejak berabad-abad lamanya. Bisa dikatakan bahwa ketika manusia lahir di dunia sudah memahami ekonomi, hal ini dengan menyadari segala kebutuhan hidup (sandang, pangan dan papan) dan pada saat itulah memehami adanya konsep ekonomi. Dan salah satunya adalah konsep marketalisme dalam ekonomi.
Sedangkan merkantilisme muncul pada abad pertengahan, yaitu pada abad ke-14 dan ke-17. Kemunculan ini tidak berlangsung secara cepat dan tidak pula terlihat secara jelas dan tegas, namun pondasi awal munculnya merkantilisme ini merupakan tolak ukur bagi kapitalis perdagangan.
Pada abad tersebut memang sudah berlangsung juga ekonomi politik akan tetapi tidak begitu nampak di kalangan masyarakat. Masyarakat pada itu masih menitik beratkan pada kesejahteraan ekonomi pasarnya masing-masing.
Dan atas faktor perubahan tersebut, ada banyak faktor perubahan yang mendorong mengenai pemahaman merkantilisme tersebut. Yaitu menurut pemikir ekonomi Eatwell 1987: 445 beberapa faktor adalah sebagai berikut:
1.      Banyaknya penemuan dan penaklukan wilayah geografi baru oleh negara-negara eropa
2.      Adanya arus modal baru, baik dari wilayah geografi ataupun wilayah geografi baru tersebut.
3.      Kebangkitan para raja dan saudagar yang mendorong nasionalisme
4.      Perkembangan perdagangan lokal, menuju perkembangan baru keluar negeri dengan tujuan untuk mendapat keuntungan lebih besar lewat perdagangan luar negeri
5.      Meredupnya kekuasaan lama gereja dan golongan ningrat (Chilcote, 2010: 552)
Negara yang melakukan penjelajahan terutama negara eropa memang pada saat itu bertujuan untuk menemukan daerah-daerah baru, kemudian penemuan-penemuan baru tersebut memunculkan asumsi bahwa perdagangan pada tingkat lokal tidak memperoleh keuntungan yang lebih. Dan pada akhirnya perdagangan ini minimbulkan kesempatan untuk lewat perdagangan luar negeri. Akan tetapi penjelajahan ini berdampak pada persaingan dagang antar negara penjelajah.

2.2 Kelompok Merkantilisme
Dalam prinsipnya mekantilisme adalah sebuah fase dalam kebijakan ekonomi guna menjamin kesatuan politik dan kekuatan nasionalismenya yang banyak di parktikkan oleh bangsa eropa, sistem ini disebut dengan the commercial or mercantile system yang di pelopori oleh Adam Smith yaitu dikenal sebagai Bapak pendiri ekonomi klasik. Dalam hal ini pula terbagi menjadi dua kelompok merkantilisme, yaitu:
A.    Bullionist
Kelompok ini dengan tokoh Gerald Malynes yang merupakan penggagas pada penekanan kemakmuran negara peningkatan logam mulia. Kelompok ini berpendirian bahwa menjual barang kepada negara lain akan selalu baik dari pada membeli dari negara lain, sebab menjual barang akan menghasilkan keuntungan, sedangkan membeli barang hanya akan menimbulkan kerugian. Keunggulan pada menjual barang itu selalu mendorong kebijakan ekonomi yang dapat menghasilkan surplus ekspor, karena dengan surplus tersebut berarti akan dibayar dengan logam mulia. Dalam gagasan tersebut untuk mencapai surplus ekspor adalah untuk menumpuk logam mulia.




B.     Murni
Kelompok ini dalam teori atau gagasan yang paling menonjol adalah dengan masalah suku bunga (rate). Suku bunga yang sangat rendah akan menguntungkan bagi setiap penerimaan kredit dan bunga yang rendah akan sangat mendorong kegiatan ekonomi, dikarenakan perluasan usaha dimana usaha baru hanya mungkin dilakukan apabila tersedia dengan tingkat suku bunga yang rendah. Hal ini agar aktivitas ekonomi berkembang, harga barang juga harus meningkat, dan peningkatan harga barang mungkin terjadi jika jumlah uang yang beredar dalam masyarakat bertambah.
Dalam golongan ini untuk meningkatkan uang, agar uang dapat diperbanyak dengan menempuh melalui perdagangan internasional. Prinsip ini disebut dengan foreign trade produces richest, richest power, power preserves of trade religion. Pula dalam konsep ini mengandung beberapa sifat pokok merkantilisme sebagai berikut:
1)      Menitik beratkan pada perdagangan antar negara
2)      Hasrat untuk mencapai kemakmuran
3)      Usaha untuk mengembangkan kekuasaan
4)      Hubungan yang erat antara kebutuhan dan kekuasaan dengan perdagangan maupun agama.









2.3 Kebijakan Merkantilisme
Dalam kebijakan-kebijakan tentunya  dengan jaminan ekonomi supaya lebih maju, terutama dalam sektor kesatuan politik dan kekuatan nasionalismenya suatu negara. Dengan ini, kebijakan pokok dalam merkantilisme mempunyai dua kebijakan penting, yaitu:
a.       Kebijakan merkantilisme dalam usaha dalam memperoleh monopoli perdagangan. Monopoli perdagangan tersebut diharuskan mempunyai armada kesatuan yang kuat.
b.      Kebijakan lanjutan berupa usaha memperoleh daerah-daerah jajahan.

2.4 Ciri Gagasan Utama Merkantilisme
Gagasan utama dalam menjalankan merkantilisme mempunyai empat keunggulan ciri tersebut, yakni:
a.       Ketakutan terhadap sesuatu barang (komoditi)
b.      Sikap terhadap penjualan barang (komoditi)
c.       Keinginan untuk memupuk logam mulia
d.      Ketidaksenengan terhadap tingkat suku bunga.

2.5 Sektor Perdagangan Kebijakan Merkantilisme
Dalam sektor perdagangan luar negeri, kebijakan merkantilisme berpusat pada dua ide pokok untuk menjalankannya, yaitu:
a.       Pemupukan logam mulia
Sektor perdagangan ini bertujuan untuk pembentukan negara nasional yang kuat dan guna kemakmuran nasional demi mempertahankan dan mengembangkan kekuatan negara tersebut.


b.      Neraca perdagangan yang aktif
Hal ini setiap politik perdagangan ditujukan untuk menunjang kelebihan ekspor di atas impor, maka di haruskan mendorong ekspor dan membatasi impor, guna perdaganga luar negeri untuk memperoleh tambahan logam mulia.

2.6 Kritik Terhadap Merkantilisme
Dalam teori mampu berpendapat sesuai dengan keilmuan yang dipunyainya. Akan tetapi perlu diketahui bahwa, dalam gagasan berteori atau berpendapat tidak semuanya diterima oleh para ahli. Hal ini telah disampaikan oleh seorang sisiokrat terkemuka, yakni Fancois Quesnay dalam Economic Table (1758), yang menyampaikan bahwa ia menentang asumsi merkantilisme, bahwa kesejahteraan berkembang dari perdagangan dan industri, ia menekankan tentang surplus yang dihasilkan dalam pertaniannya.
Kritik lainnya juga di ungkapkan oleh David Hume terhadap merkantilisme, yaitu
1.      Potensi inflasi terhadap pemupukan logam mulia
2.      Menurunnya kualitas ekspor barang
3.      Kuantitas impor meningkat
4.      Terjadi defesit neraca perdagangan
5.      Raja menjadi miskin
Sedangkan kritik oleh Adam Smith terhadap merkantilisme, yakni:
1.      ukuran kemakmuran suatu negara tidak seharusnya ditentukan oleh banyaknya logam mulia yang dimiliki.
2.      kemakmuran negara ditentukan berdasarkan pada nilai GDP (Gross Domestic Product) dan sumbangan perdagangan luar negeri terhadap pembentukan GDP.
3.      untuk meningkatkan GDP dan perdagangan luar negeri, pemerintah harus mengurangi campur tangan terhadap perdagangan agar dapat tercipta perdagangan bebas atau free trade.
4.      Free trade memunculkan persaingan perdagangan yang semakin ketat, sehingga mendorong masing-masing negara untuk melakukan spesialisasi dan pembagian kerja internasional, berdasarkan keunggulan absolut yang dimiliki oleh masing-masing negara.
5.      Spesialisasi dan pembagian kerja internasional yang didasarkan pada konsep absolute advantage dapat memacu peningkatan produktivitas dan efisiensi. Pada akhirnya, hal ini dapat mendorong peningkatan GDP dan perdagangan luar negeri.
6.      Peningkatan GDP dan perdagangan internasional identik dengan kemakmuran suatu negara.

2.7 Merkantilisme Di Era Modern
Pada munculnya merkantilisme di abad 14, mayoritas negara eropa mampu berperan sangat maju dan merkantilisme pada abad 17 mengalami peredupan, akan tetapi di era modern merkantilisme sama sekali tidak di tinggalkan. Namun markentalisme justru mengalami perkembangan lewat kritik-kritik dan masukan yang dilayangkan para pengamatnya.
Di era modern masih banyak menjalankan merkantilisme namun dalam bentuk “neo merkantilisme”. Neo merkantilisme dimaksud adalah kebijakan yang memuat proteksi dengan tujuan melindungi dan mendorong ekonomi industri nasional, melalui kebijakan tarif atau Tarif Barrier dan kebijakan Non Tarif Barrier.
                       
Tariff barrier dalam rangka kebijakan proteksi ini banyak menerapkan bentuk countervailing duty, bea anti dumping dan surcharge. Namun, kebijakan proteksi yang lebih banyak digunakan biasanya adalah dalam bentuk Nontariff Barrier, seperti contohnya kebijakan larangan, sistem kuota, ketentuan teknis, harga patokan, peraturan kesehatan, dan lain sejenisya.



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dengan demikian dalam konsep merkantilisme memenuhi kebijakan-kebijakan dalam merkantilisme, kebijakan dalam sektor perdagangan merkantilisme dan ciri dalam gagasan merkantilisme, serta dalam perdagangan internasional menitik beratkan pada membesarkan ekspor di atas impor namun kelebihan ekspor dapat dibayar dengan logam mulia. Tentunya dalam hal ini merkantilisme adalah kebijakan dalam usaha untuk memonopoli perdagangan dan yang terkait lainnya dalam memperoleh daerah-daerah jajahan guna memasarkan hasil industri.












DAFTAR PUSTAKA

-          Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi kelima ©2016 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kelima 2016)
-          Eatwell, John , et.al. 1987. The Palgrave: A Dictionary of Economics. London:  McMillan Press Limited.

-          https://www.ajarekonomi.com/2016/10/merkantilisme-dalam-sejarah.html (Diakses pada 21-02-2019, 21:15).

-          https://id.wikipedia.org/wiki/Merkantilisme   (Diakses pada 21-02-2019, 21:08).

-          https://portal-ilmu.com/teori-merkantilisme/ (Diakses pada 22-02-2019, 15:22)


Back To Top